Kepada Rumah Yang Tak Pernah Bernama
Karya: Laurenza Anggrecia Br. SiraitAku pernah singgah
di banyak hati,
menitipkan sebagian cerita
dan membawa pulang luka
dari setiap kepergian.
Aku kira rumah
adalah seseorang yang menggenggam tangan,
yang selalu menunggu,
yang menyebut namaku
seolah aku tak pernah menjadi asing.
Namun ternyata,
tidak semua pelukan adalah tempat pulang.
Tidak semua hati
mampu menjadi rumah.
Tapi aku terus berjalan,
membawa hati yang pernah patah
dari satu persinggahan ke persinggahan lain.
Sampai akhirnya aku mengerti,
rumah bukan tentang siapa
yang paling lama tinggal,
tetapi siapa
yang membuatku tak ingin pergi.
Dan jika suatu hari aku menemukanmu,
semoga aku tak lagi perlu bertanya
ke mana harus pulang.
Karena mungkin,
ternyata yang kucari bukan sebuah tempat.
Tapi kamu yang lebih dari kata rumah.
Semarang, 23 September 2026