Genggaman yang tertinggal
Karya: Kristina Evalin S. BabuAyah, aku anak bungsumu,
yang dahulu paling sering engkau gendong,
yang dahulu paling sering engkau bela,
kini harus belajar berjalan tanpa genggamanmu.
Katanya anak bungsu paling dimanja,
paling lama merasakan pelukmu,
tetapi mengapa aku yang harus,
melepaskanmu di usia yang masih muda?
Engkau pulang meninggalkan rumah yang riuh,
menjadi sunyi di sudut yang biasa engkau duduki,
meninggalkan aku yang masih ingin banyak bertanya,
masih ingin banyak belajar darimu.
Kasih yang engkau tinggalkan,
tidak ikut pulang bersamamu,
ia tinggal di dalam dada,
tumbuh menjadi kekuatan yang menjagaku berdiri.
Selamat jalan, Ayah tersayang.
Kelak, saat aku juga pulang,
semoga engkau masih di sana,
menyambutku, seperti dahulu menyambutku pulang sekolah.
Kefamenanu, 15 September 2026