Tempat pulang
Karya: Jenry Jasinda UkySetelah dunia berkali-kali menyuruhku pergi,
aku akhirnya tahu ke mana langkah harus kembali.
Rumah.......
Tempat sederhana dengan pintu yang sama,
kursi yang tak berpindah, dan suara ibu
yang masih bertanya “Sudah makan?”
Ayah mungkin tak banyak bicara,
hanya membuka pintu seolah kepulanganku
adalah hal paling biasa.
Mereka tak bertanya mengapa aku gagal,
mengapa aku kalah, atau mengapa dunia
tak lagi memberiku tempat.
Mereka hanya berkata,
“Pulanglah,Kamu sudah sampai"
Di luar sana, aku boleh menjadi seseorang
yang tak cukup baik untuk dunia.
Boleh menjadi mimpi yang ditertawakan,
atau hati yang dipatahkan.
Tetapi di rumah, aku tetap anak mereka,
meski aku datang dengan segala luka.
Dan akhirnya aku mengerti,
pulang bukan sekadar kembali ke sebuah rumah.
Pulang adalah menemukan sepasang tangan
yang tetap terbuka, ketika seluruh dunia
memilih menutup pintunya.
Kefamenanu,10 September 2026