Tinta Doadi Lembar Asmaraloka

Karya: Halida, S. Pd


Tinta Doa di Lembar Asmaraloka

Di antara desau angin dan desir ombak senja,
kutitipkan satu nama pada langit.
Namamu...

Sebenarnya aku malu.
Tapi...
Mungkin malaikat sudah mencatat,
berapa kali rindu ini bersujud.

Cerita ini bukan dongeng.
Ditulis dengan tinta doa,
di lembar-lembar asmaraloka.

Jika takdir dunia tak menulis kita untuk bersama,
biarkan ia pulang kepada langit.
Karena ketulusan cinta
tak pernah mati dan tak menuntut memiliki.

Walaupun aku malu,
semesta tahu dan menjadi saksi:
aku pernah mendoakanmu.
Dalam diamku, dalam sujud,
dalam kidung asmaraloka.



Banda Aceh, 10 Agustus 2026