Perihal Sisa Petang; Menolak Kubawa Pulang

Karya: Grace Florentina Evelyn


Tentang seribu langkah di perjalanan
menyeret simpang siur tadi siang
sempat jadi tumpukan kusam.
Namun, tapak sengaja diatur makin pelan, makin tenang.

Di bawah lampu temaram
sejenak kuhirup angin malam
bersulang dengan desir
yang menyapu sisa bising.

Aku berjanji,
ketika nanti pintu rumah kuketuk kembali
jangan barang satu pun senyum mereka kulukai
oleh karena gundahku di meja makan
atau berisik kepalaku dalam ruangan.

Maka di teras itu
kurapikan napas satu-satu
lalu memohon pada debu
biar ia yang bilas wajahku
dari pada kusutku sampai di malam kesekian
mengais kembali lelah yang kutanggalkan di jalanan.


Purwokerto, 30 September 2026