Jejak yang Memilih Pergi

Karya: Aisyah Azka Tsabitha


Ada langkah
yang akhirnya harus meninggalkan pintu,
meski di baliknya
masih tersimpan hangat
yang pernah disebut rumah.

Koper dipenuhi pakaian,
namun tak pernah cukup luas
untuk membawa seluruh kenangan.
Sebagian terpaksa tinggal—
menjadi bayang-bayang
di sudut perjalanan.

Aku berjalan
bukan karena tak ingin menetap,
melainkan karena ada jalan
yang hanya dapat ditemukan
setelah keberanian
mengucapkan selamat tinggal.

Di belakangku,
senja perlahan menutup jendela.
Aku tak menoleh lagi,
bukan sebab lupa,
tetapi karena beberapa hal
memang cukup dikenang
tanpa harus kembali.

Sebab pergi
bukan selalu tentang kehilangan.
Kadang ia adalah cara
semesta mengajarkan
bahwa untuk menemukan arah,
kita harus berani
meninggalkan tempat yang lama. :::


Kairo, 30 September 2026