"Menangis Di Jalan Pulang"
Karya: Gendhis KomalaDi tengah riuh dunia,
aku berdiri di antara insan yang berlalu-lalang,
sementara air mata ini diam-diam membasahi pipi—
menemani sunyi yang tak kunjung usai.
Mengapa yang hadir hanya ragaku,
sedangkan jiwaku masih tersesat mencari arti “pulang”?
Barangkali, pulang bukan sekadar kembali,
sebab segala yang hidup pada akhirnya akan pergi.
Tubuh ini kelak akan menjadi tanah,
membusuk dalam kesunyian,
hingga hanya menyisakan sebuah nama di balik batu nisan.
Lalu, ke mana ruh akan berlabuh
setelah raga ini hancur?
Ia akan kembali
kepada Sang Pencipta—
tempat terakhir segala perjalanan bermuara.
Maka, untuk apa menggenggam dunia
yang tak pernah berjanji untuk kekal?
Sebab pada akhirnya,
yang tersisa hanyalah isak di antara tanah basah
dan langkah yang mengantar seseorang menuju pulang.
Tak ada satupun yang abadi.
Pada waktunya,
kita semua akan berpulang.
Cimahi, 28 September 2026