Wulang Pulang
Karya: Frans Delutherman Fatoh S.PdK,Gr.Wulang bangun sebelum subuh,
menanak nasi dalam periuk penyok.
Tangannya mengukur beras
dengan sisa uang belanja.
Di ambang pintu,
ia menyisakan lauk untukku,
meski bagiannya hanya kuah.
Ia tak pernah mengajariku
jalan pulang.
Hanya telapak kasar
yang setiap hari bekerja,
dan doa yang diam-diam
diletakkan di kepalaku.
Aku tumbuh membawa bekal itu
melewati musim dan usia.
Pulang tumbuh dari tangan
yang tak pernah meminta dikenang.
Wulang.
Dumai, 29 September 2026