Jejak Seorang Dayita
Karya: Dwian Junia AnggareniJejak Seorang Dayita
Kita pernah menjadi sandykala
yang dipisahkan nisha,
meninggalkan rona pada cakra,
dan menyisakan renjana pada sunya.
Lalu waktu, dengan detik arkal nya
mempertemukan kita kembali,
seperti varsha yang menciptakan bianglala nan anindya.
Kau pergi menyisakan aku dan debu,
lalu kembali dengan hasra
yang tak sempat diabadikan oleh kalbu,
Dan aku dengan segala anca,
tetap ku astu arumi namamu.
Mungkin asmaraloka tak semuanya tentang singgah
dan terus saling menggenggam,
melainkan tentang menemukan jalan pulang.
Meski pernah tersesat
di arah yang berbeda,
namun terimakasih sudah mengenali jejak yang menjelma menjadi rindu seorang dayita.
Bogor, 5 September 2026