aku dan jalan yang selalu mengerti
Karya: Dias Arendiaku adalah pengelana yang kelelahan
menjual waktu pada kota kota yang tak
pernah ingat namaku
kaki ini dipahat oleh aspal
dan punggungku menanggung langit yang terlalu berat
di setiap persimpangan
aku mengajar bayangan
fatamorgana yang bernama "tenang"
ia memanggil dari kejauhan
seperti gonggong anjing di kampung halaman yang sudah lupa suaraku
pulau, bukan tempat
pulau adalah jeda
ia metafora dari dada yang dulu menampung tangisku tanpa syarat
dari pintu yang berderit tapi selalu terbuka
dari nasi hangat yang mengepul seperti doa ibu
aku pulang bukan dengan koper
tapi dengan serpihan diri yang tercecer di jalan
kutautkan satu satu
seperti merajut luka agar jadi selendang
karena pulang bukan tentang tiba
pulang adalah ketika badai di kepalaku
akhirnya bersedia berlabuh
di dermaga sepi bernama "aku sudah di rumah"
dan malam ini
biarlah aku menjadi anak kecil lagi
yang hanya perlu dipeluk
untuk percaya bahwa dunia masih aman
semarang, 6 september 2026