'Merelakanmu agar tetap menjadi dirimu''

Karya: dwi sekar ningrum


Kita pernah menjadi dua senja
yang jatuh pada langit yang sama,
meski kita tahu
fajar kita tak akan terbit
dari arah yang serupa.

Kita berjalan
dengan kitab yang berbeda di dada,
menyebut nama-nya
dengan bahasa doa yang tak sama.

aku mendoakanmu
dari tempatku berdiri,
dan kau mendoakanku
dari jalanmu sendiri.

Kau datang
membawa cahaya dari altar keyakinanmu,
aku datang dengan nyala
yang kujaga di antara sujudku.

Barangkali kau pun pernah
menyebut namaku
di hadapan Tuhanmu,
dengan cara yang tak pernah kukenal,
dengan bahasa yang tak pernah kupahami.

Kita sama-sama menyebut nama-nya,
namun menutup doa
dengan amin yang tak sama.

Maka pergilah,
jika jalanmu memang bukan di sampingku.
membiarkanmu tetap menjadi dirimu di hadapan Tuhanmu,
adalah cara paling sunyi untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu.


Medan, 29 september 2026