RUMAH YANG TAK PERNAH KAU TEMUKAN.
Karya: Dela inesia T. RuingKau beranjak tanpa pamit,
meninggalkan sunyi mendekam di ambang pintu
yang dulu... kita sebut rumah.
Langkahmu karam ditelan jarak,
namun namamu abadi di balik dada;
menjadi mantra yang rapalan setiap malam,
tanpa jeda.
Aku tidak membencimu,
aku hanya belum selesai merayakanmu
dengan cara yang paling khidmat,
dan paling dalam.
Pulanglah...
Jika semesta di luar sana terlalu bising untuk hatimu yang ringkih,
jika tawa di seberang tak sehangat dekapku.
Aku masih di sini.
Menjelma rumah yang tak pernah kau temukan di tempat lain,
yang pintunya... tak pernah rapat untukmu.
Aku tak butuh asmara dalam janji,
aku hanya butuh hadirmu kembali membumi.
Jika rindumu masih beralamat sama,
kembalilah.
Aku menanti dengan cinta yang menolak usai.
— Dela Inesia
Kefamenanu,28 September 2026