Di Rahim Waktu yang Fana
Karya: DEA VASHTY FATIMAH GHAITSAku pernah bertanya kepada malam,
mengapa bintang memilih lahir
di tengah gelap yang begitu luas.
Malam tetap diam,
hanya cahayanya yang perlahan jatuh
dan membuatku mengerti tanpa banyak kata.
Mungkin begitulah hidup.
Kita tidak selalu tumbuh dari bahagia,
kadang justru dari kehilangan
yang diam-diam mengubah cara kita memandang dunia.
Waktu terus mengalir seperti sungai,
membawa hari-hari yang tak akan kembali.
Namun di sepanjang alirannya,
ia meninggalkan banyak pelajaran
tentang siapa diri kita sebenarnya.
Maka biarlah luka menjadi cerita,
dan air mata menjadi bagian
dari perjalanan menuju dewasa.
Jika suatu hari aku kembali menjadi tanah,
semoga ada kebaikan yang pernah tumbuh
dari langkah kecil yang kutinggalkan,
seperti bunga yang mekar tanpa meminta
siapa pun mengingat namanya,
namun diam-diam memberi warna
kepada dunia yang pernah terasa kelam.
Pati, 6 September 2026