MELANGKAH KE GARIS CAKRAWALA
Karya: Dea Permata SundariRansel kurapatkan, kuselipkan sepucuk surat di saku,
dan wangi kayu manis dari dapur ibu.
Kututup pintu; engselnya berderit lirih,
lalu kakiku tertatih di jalan yang kupilih.
Di ujung aspal, cakrawala membentang lurus,
seolah jarak hanya selebar langkahku.
Kukira mudah mendekatinya —
hingga kabut dan hujan berkata sebaliknya.
Setiap kota yang kulewati,
cakrawala mundur selangkah lagi.
Jaketku bau matahari dan debu jalanan,
sementara namaku asing di setiap sapaan.
Kini aku tak lagi mengejar garis itu,
Kubiarkan ia tetap jauh.
Sebab mungkin cakrawala bukan tempat untuk tiba,
melainkan alasan agar kakiku terus melangkah.
Tanah Laut, 8 September 2026