Terataiku telah layu
Karya: Dea LestariMama...
Lihatlah terataiku.
Terataiku telah layu.
Rusak membusuk seluruh tubuhnya.
Dulu...
Ia pernah indah mama.
Mekar berwarna cerah di atas air.
Menemani ikan berenang, disela sinar matahari.
Mama...
Yang layu itu terataiku.
Jangan kau tumpahkan air matamu.
Berenang lah...
Berenang dan menari dengan bebas.
Mengelilingi seluruh kolam, bahkan saat malam datang.
Mama...
Tak lama lagi terataiku akan hilang.
Luruh bercampur lumpur.
Hingga tak dapat dibedakan.
Mama...
Selalu ingat bunganya, ya.
Selalu ingat juga tempatnya.
Mama...
Maafkan terataiku yang cepat layu.
Maafkan terataiku yang sempat buat kolam mu kumuh.
Mama...
Jangan salahkan aku, ya..
Baturaja, 30 September 2026