Pergi Sebelum Terurai

Karya: Cut Firyaal Tamiimah


Di rumah, benang-benang selalu kusut,
satu tarikan, namaku ikut tersangkut.
Tanganku dicari saat beban menuntut,
namun langkahku lenyap setelah pintu tertutup.

Maka aku pergi membawa gulungan itu,
menjauh dari jemari yang gemar menariknya.
Kujalin satu per satu di bawah langit baru,
menyusun corak dari serpihan yang tersisa.

Biarlah hari mengajari jarum menembus luka,
biarlah waktu merapikan simpul yang pernah ada.
Aku tidak lagi menunggu kainku dipuji
cukup kutahu, helainya tumbuh dari tanganku sendiri.

Kelak, bila tenun itu terbentang di udara,
biarkan coraknya berbicara tanpa suara.
Dari benang yang dahulu mudah diputuskan,
lahir kain yang utuh
dan namaku terjahit di dalamnya.


Tangerang, 10 Agustus 2026.