Jangan Tunggu Aku Di Pintu

Karya: BIMO WAHYU NUR RUCI WIBOWO


Jangan Tunggu Aku di Pintu

Aku pergi sebelum matahari terbit,
ketika rumah masih memeluk sunyi.
Tak ada salam, tak ada pelukan,
hanya sepasang sepatu
yang kutinggalkan di depan pintu.

Jangan mencariku di jalan-jalan,
aku tak membawa alamat tujuan.
Jangan bertanya kepada angin,
ia pun tak tahu ke mana langkahku.

Jika nanti hujan turun,
dan kau mendengar ketukan di jendela,
jangan buru-buru membukanya.
Mungkin itu hanya kenangan
yang ingin memastikan kau baik-baik saja.

Simpanlah fotoku.
Rawatlah namaku dalam ingatan.

Sebab kali ini,
aku benar-benar pergi

bukan untuk kembali,
melainkan untuk menjadi
seseorang yang hanya bisa kaukenang.


Depok, 18 September 2026