Kita hanya ditakdirkan untuk singgah

Karya: AULIA AZHARI


Kita pernah menanam dua nama
di halaman yang sama,
menunggu musim
mengajarkan keduanya berbunga.

Namun sebelum musim tiba,
angin memindahkan arahmu.

Kau membawa separuh senja
menuju langit yang lain,
sementara aku belajar
bahwa tak semua cahaya
ditakdirkan jatuh di jendela yang sama.

Di meja,
sepasang cangkir masih menunggu.
Satu perlahan dingin,
satu telah berpindah ke tangan lain.

Aku tak mengejar.

Sebab barangkali cinta
bukan tentang menggenggam lebih erat,
melainkan tahu kapan
harus membuka telapak tangan.

Pergilah bersama musim barumu.
Biarkan halaman ini menyimpan
jejak yang pernah kita tulis.

Dan bila kelak bunga itu mekar
di taman yang bukan milikku,
semoga kau tak pernah tahu
betapa lama aku merawat tanahnya.

Sebab mungkin,
kita bukan dua akar
yang ditakdirkan tumbuh bersama.

Kita hanya dua musafir
yang sempat berbagi teduh,
sebelum akhirnya
kau menemukan rumahmu—

dan aku belajar
bahwa pernah menjadi tempat singgahmu
ternyata sudah cukup.


Pacitan, 21 September 2026