Tanpa Pamit

Karya: Annisa Naura Febriani Sutopo


Dalam hidup, ada yang namanya kehilangan.
Entah kehilangan insan atau sesuatu yang berharga.
Kehilangan sudah menjadi bagian dari kehidupan.
Namun, kehilangan tetaplah menyakitkan.

Hingga kehilangan itu datang menghampiriku.
Ia membawamu pergi tanpa pamit,
tanpa sepatah kata darimu.
Meninggalkanku bersama sunyi.

Sampai aku bertanya kepada dunia, seindah apa tempat itu,
sehingga kau lebih memilihnya daripada tetap hidup bersamaku?
Mengapa kau menyerah begitu cepat?
Bukankah kau berkata akan terus bersamaku?

Kau pergi ke tempat yang sulit kujangkau.
Tempat yang tak mampu kutuju meski sejuta langkah kuayun.
Dulu kau berkata akan mengajakku ke suatu tempat,
namun nyatanya, kau pergi untuk selamanya.

Kini kau pergi, menyisakan sunyi,
meninggalkan rindu yang tak tahu pulang ke mana.
Rindu yang hanya mampu kupeluk dalam diam.
Sebab hanya dalam doa, kau dapat kutemui.



Kota Bogor, 21 September 2026