kamu.

Karya: andi muhammad fadhil. s.


Kamu,
bagai mentari yang datang bersama pagi,
perlahan menghangatkan hati yang sedang sunyi.
Bagai ombak yang berlari mengejar pantai,
seakan dia hadir membawa janji,
lalu lupa bagaimana rasanya sendiri.

kamu sebegitu indah,
seperti rumput hijau di taman bunga,
sederhana, namun selalu saja membuatku terpesona.

Namun, segala yang indah tak selalu selamanya.
Mentari akan tenggelam bersama senja,
ombak akan kembali kepada laut,
dan kamu pun kelak akan pergi,
mencari arah, dan makna dalam hidupmu sendiri.

Dan jika merelakanmu
adalah jalan yang harus kujelajah,
maka akan kuterima dengan segenap luka.
Sebab bagiku,
mencintaimu adalah mengikhlaskan,
dan merelakanmu
adalah hal yang tak ingin kupertahankan.
meski pusaran kehilangan,
telah membuatku terlupakan.


Makassar 30 september 2026