Rumah

Karya: Aliya Navisa


Katanya, rumah adalah tempat kembali.
Namun, tidak semua rumah layak disebut rumah.
Ada yang jadi tempat singgah,
ada yang memang dibuat untuk kita kembali.

Beruntungnya, aku memiliki rumah yang benar-benar rumah,
bukan sekadar tempat pulang,
melainkan tempat di mana masalah bisa terlepas.

Rumahnya sederhana,
tapi setiap momen di dalamnya mempunyai makna.

Ada rumah yang terlihat kokoh,
namun di dalamnya tidak ada fondasi.
Saat badai datang, semua yang ada di dalamnya akan ikut terbawa.
Beruntungnya, rumahku memiliki dua fondasi kuat:
fondasi bangunan dan orang yang tinggal di dalamnya.

Saat aku pulang,
beban tidak ikut masuk ke dalam rumah.
Di rumah itu, aku menemukan tenang,
dan tahu bahwa aku telah pulang ke tempat yang tepat.


Cianjur,19 September 2026