Di beranda ini, waktu berhenti menghakimi

Karya: AKHMAD JULIO RAMADHAN


Di Beranda Ini, Waktu Berhenti Menghakimi

Ada langkah yang tiba-tiba melambat,
saat sepatu ini menyentuh debu jalan kampung.
Bukan karena kaki yang menyerah,
tapi karena rindu tiba-tiba berbisik lebih keras dari egoku.

Aku membawa koper yang isinya bukan lagi piala kemenangan.
Ada mimpi-mimpi yang patah di bisingnya kota,
ada ambisi yang berkarat dimakan ragu,
dan sejuta maaf yang tertahan di pangkal tenggorokan.
Aku pulang bukan sebagai pahlawan,
melainkan sebagai anak yang lupa cara mengetuk pintu.

Tapi lihatlah, pagar kayu ini masih tersenyum.
Aroma tanah basah dan atap yang lapuk menyapa,
seolah rumah ini berbisik pelan,
"Kami tidak pernah menghitung hari, Nak. Kami hanya menghitung doa."

Di ruang tamu, rambut ibu telah memutih,
dan punggung ayah kian membungkuk memikul rindu yang tak pernah ia ucapkan.
Mereka tidak bertanya tentang gelarku,
mereka tidak meminta oleh-oleh kesuksesan.
Cukup melihatku pulang,
air mata mereka menjadi sungai yang membasuh segala lumpur di kakiku.

Ternyata, pulang bukanlah tentang kembali ke titik koordinat peta.
Pulang adalah tentang menemukan kembali ruang di mana kita tidak perlu berpura-pura kuat.
Di mana luka tidak perlu disembunyikan dengan senyum,
dan air mata dihargai sebagai hujan yang menyuburkan jiwa.

Biarkan aku duduk di beranda ini sebentar.
Melepas penat, membiarkan dunia di luar sana menunggu.
Karena di rumah ini,
aku bukan apa-apa di mata dunia,
tapi aku adalah segalanya di mata mereka.


Banjarmasin, 25 Juli 2026