Muara

Karya: Ahnaf Ghani Sampurno


Rumah pernah bertanya,
mengapa manusia senang berjalan jauh?
Mengejar langit yang luas,
mencari ujung cakrawala.

Mungkin karena dunia
selalu punya sesuatu untuk ditemukan.
Ada jalan yang belum dilewati,
ada bintang yang belum dikenali.

Peluh jatuh di sepanjang perjalanan.
Badai datang tanpa permisi.
Langit berubah warna,
senja perlahan kehilangan cahaya.

Semua perjalanan punya batas.
Semua langkah punya arah.

Laut punya tepian.
Senja punya malam.
Bintang punya langit.
Manusia punya rumah.

Sejauh apa pun dunia memanggil,
sejauh apa pun kaki melangkah,
jangan sampai lupa arah pulang.

Cakrawala boleh berganti,
musim boleh berlalu.
Laut boleh kehilangan warna.
Angin boleh membawa arah.

Kelak,
sejauh apa pun sungai mengembara,
ia tetap mengenal
muaranya.


Kabupaten Semarang, 19 September 2026