Senandung Nisacara
Karya: Ageng Rizki NurbaetiDi ceruk malam yang pekat.
Kunang-kunang beterbangan, merajut cahaya,
Menjadi taburan bintang di gelapnya rimba.
Jangkrik merapal mantra, tonggeret melantunkan kidung,
Sebuah simfoni untuk sang rembulan yang bersinar lembut.
Dahulu,
Nisacara masih hidup,
Di antara bisik dedaunan dan desir angin.
Tanpa resah, tanpa luka.
Namun sekarang,
Senandung alam itu mati.
Cahaya kunang-kunang padam ditelan asap.
Raungan mesin mengubur kidung.
Tersisa gema kosong,
Dalam hutan yang kini telah pergi.
Banyumas 10 September 2026