Sebelum Senja Menutup Pintu

Karya: Adila Yuariska


Aku layang-layang yang putus benangnya,
mengejar langit yang ternyata tak berlantai.
Kota memberiku sayap dari kaca,
indah dipandang, retak ketika kupeluk.

Rindu tumbuh bagai lumut di dinding dada,
diam-diam hijau, tak pernah kering.
Tiap malam kutanak sepi dalam periuk asing,
berlauk wajah ibu di kaca jendela.

Lalu sebuah lagu memanggil dari jauh,
bagai lonceng tua dipukul angin,
mengetuk pintu yang lama kutinggalkan,
bahwa tersesat pun ada batas waktunya.

Aku pulang bukan sebagai pemenang,
hanya membawa peta lusuh dan luka damai.
Sebab rumah tak menagih hasil,
ia hanya menunggu, dermaga bagi perahu letih.


Yogyakarta, 19 September 2026