Nama yang Hilang di Ujung Langkah
Karya: Zahra Diffa CahyaniPernah ada cahaya
yang kutitipkan pada pagi,
tumbuh dari doa-doa kecil
di antara sunyi dan mimpi.
Ia berlari mengejar semesta,
membawa bintang-bintang di dada.
Namun entah sejak kapan,
jejaknya memudar tanpa suara.
Kini hanya tersisa bayangan,
duduk diam di ruang yang sama,
memeluk hangat sebuah penjara
yang ia sebut sebagai rumah.
Aku sempat mencari siapa yang merenggutnya,
siapa yang memadamkan nyala.
Hingga cermin tua berbisik tanpa suara,
menunjuk wajahku sendiri yang kian fana.
Sebab pengkhianat paling keji
bukanlah musuh yang datang melukai.
Melainkan aku yang menyerah pada diri,
dan dengan sadar membunuh mimpi sendiri.
Tulungagung, 07 Agustus 2026