Di Balik Diam yang Bertahan
Karya: Alexandra Azzahra BarusAku masih di sini,
meski berkali-kali kau jadikan diam sebagai jawabanku,
dan air mata sebagai saksi dari luka yang kau tinggalkan.
Aku tetap bertahan,
seperti senja yang setia menunggu malam,
meski tahu cahaya pada akhirnya akan pergi.
Bukan karena aku tidak mampu melangkah,
melainkan karena hatiku terlalu lama percaya
bahwa luka dapat sembuh hanya dengan kesabaran.
Aku menyimpan setiap kata yang pernah menyakitiku,
bukan untuk membalas,
tetapi untuk mengingat
betapa seringnya aku memilih bertahan
ketika hatiku sendiri memohon untuk menyerah.
Jika suatu hari aku benar-benar pergi,
jangan sebut aku tidak setia.
Sebab aku pernah tinggal,
bahkan ketika bertahan
berarti menghancurkan diriku sendiri.
Medan, 12 Maret 2007