Sakit Hati Antara Kata Dan Luka
Karya: Vanesa Oktafiana Putri HapsariKau hadir merangkai kata, membentuk asa dalam pikiranku
Dengan rayuan janji manismu.
Hatiku seolah-olah tergoyah.
Aku berdoa agar selalu di sampingmu.
Namun, seiring berjalannya waktu,
bisikan itu mulai memudar.
Rayuan manismu kini menjadi duri menancap di hatiku.
Janji manismu sekarang telah menjadi puing,
setelah kulihat engkau bersanding dengan yang lain.
Kubuka tirai wajahmu yang baru,
teringat dirimu sering berjanji padaku.
Berjanji hidup dan mati bersamaku,
sialnya aku percaya narasi penenangmu.
Kini hatiku bagai dirantai besi berduri, sesak dan menyakitkan.
Melihat betapa senangnya kau bersama yang baru tanpa memikirkan sakitku.
Kau kejam, jahat seperti iblis.
Enyah, tidak sudi raga ini bersama raga yang bersilat lidah.
Kini ku melangkah dengan sisa tenaga.
Mengikhlaskanmu dengan orang baru,
yang kini telah menggantikan posisiku.
Sebab hari ini namamu,
tidak kusebut dalam doaku.
Sragen, 10 Agustus 2026