Kertas
Karya: Nafi'ah Fairus Sa'adahSiapa bilang pulang hanya pada rumah?
Pulang bisa pada cerita
Saat suaraku terbungkam,
kau jadi lembar penuh coretan.
Kutumpahkan tintaku kepadamu
sampai kau legam kelam.
Namun, tak pernah kau singkirkan
satu pun aksara yang kutinggalkan.
Dari kau, aku belajar:
luka berlabuh pada sembuh,
patah kembali utuh,
dan bungkam menjelma suara.
Kini aku tahu,
ternyata pulang
bukan tentang alamat,
melainkan tentang seseorang.
Sragen, 10 Agustus 2026