Cermin Bengis
Karya: Ulan Maya SariBentangan biru merona indah
Hadir pula seorang pria imitasi
Menghampiri gagah percaya diri
Mata mendelik tidak ada keanehan
Hingga caturwulan pun tiba
Tidak ku sangka nyatanya pria itu
Tersembunyi puluhan cambuk
Segala kamuflase terkuak juga
Pecahan kaca di ujung nebula
Bintang-bintang menghanyutkan lara
Melayang bebas tanpa arah
Membias berserakan ratusan cahaya
Setitik kesepian menyelinap
Mengaburkan segala riangku
Menahan pilu menderu riuh
Kupu-kupu menahan sedu membiru
Semua tersisa potret lampau
Belaian sempurna menepis relung
Tinggal diriku bersama serpihan
Terseok-seok berdiri tepi jurang
Tangerang Selatan, 3 Agustus 2026