Karya: Tri Ananda Putri Rahmadzani
Aku menanam kesetiaan di tanah hatimu
Menyiraminya dengan kesabaran
Memupuknya dengan pengampunan
Berharap kelak ia tumbuh menjadi pohon tempat kita berteduh
Akan tetapi engkau
Engkau menjadikannya ladang
Untuk engkau injak dan nista
Kemudian engkau bertanya
Mengapa aku masih bertahan di tengah reruntuhan
Ketahuilah
Kesetiaan tidak sama dengan kebutaan
Aku menyaksikan seluruh pengkhianatanmu
Aku mencatat setiap kedustaanmu
Aku menghafal setiap luka yang engkau samarkan sebagai ""gurauan""
Namun aku tetap bertahan
Bukan karena kelemahan
Melainkan karena aku pernah bersumpah
Kepada diriku sendiri yang
Bahwa aku akan setia
Meskipun orang yang kusetiai
Telah lama mati di dalam hatiku
Dunia melabeliku bodoh
Karena masih setia kepada orang yang salah
Padahal mereka tidak mengerti
Bahwa ada jenis cinta
Yang tidak menuntut balasan
Ada jenis kesetiaan
Yang tetap menyala
Meskipun di sekelilingnya hanya tersisa abu
Apabila suatu hari kelak engkau kembali
Dan mendapati aku telah tiada
Carilah aku
Di antara janji-janji yang engkau kubur
Di antara sumpah yang engkau tertawakan
Di sanalah aku
Masih setia
Menjaga makam cinta kita
Dalam kesendirian
Demak,19 agustus 2026