Rumah yang menyimpan cahaya
Karya: Siti FatimahKayu di atap mulai lapuk,
cat mengelupas dari tembok,
pintu itu tak pernah diketuk,
engselnya menyimpan sunyi
sejak langkah terakhir pergi.
Sesekali sebuah tangan datang
menekan saklar,
teras seketika berpendar,
lalu ia berlalu tanpa pernah menyapa.
Setitik cahaya menetap
di antara retak dan rayap,
sementara butiran kayu jatuh
perlahan dari langit-langit.
Matahari menyelinap melalui ventilasi,
lampu masih menyimpan nyalanya.
Hingga sebuah tangan datang,
bukan untuk tinggal
tapi hanya untuk memadamkan cahaya.
Jarum jam mengitari angka,
cahaya merayap melalui celah jendela.
Pagi datang tanpa bertukar sapa,
matahari meninggalkan bayang di kaca.
Malam berikutnya datang tanpa cahaya.
Di ambang jendela,
debu menutup kaca perlahan.
Namun seekor ngengat
masih datang
dan berputar di tempat yang sama
Sukoharjo, 17 Agustus 2026