SISA TERANG DI MUSIM GELAP
Karya: Revalina Dian KhairunisaAku berjalan tanpa arah,
ketika harapan memilih diam.
Namun masih ada cahaya kecil
yang menuntun langkahku.
Aku bertahan.
Cahaya itu tidak menjanjikan apa-apa,
hanya tinggal di antara gelap.
Ia menemani langkahku
yang hampir berbalik.
Tetap menyala.
Setia bukan berarti tak tersesat,
tetapi mencari jalan pulang.
Meski tujuan terasa jauh,
aku tetap melangkah.
Aku kembali.
Jika cahaya itu meredup,
akan kujaga dalam diam.
Sebab ada mimpi
yang hanya ingin dipercaya.
Bukan ditinggalkan.
Kediri, 11 Agustus 2026