Karya: Ratnasari
Dasima melepas istana megah demi cinta yang ia yakini nyata,
menambatkan percaya pada kusir delman yang menyimpan asmara dusta,
dukun sewaan meracik guna-guna dalam cawan berbisa,
melumpuhkan akal sehat Dasima, mengaburkan batas satya dan dosa.
Harta yang dulu melimpah kini berpindah tanpa suara,
kasih yang disangka tulus ternyata hanya sandiwara,
ia dipukuli dan direndahkan tanpa rasa iba,
musnah sudah angan akan bahagia yang ia damba.
Ketika Dasima tahu, ketulusan itu ternyata hanya kedok belaka,
Samiun ciut, takut rahasianya tersingkap ke dunia,
disewanya algojo bengis bernama Puasa,
menyeretnya ke Cempaka Putih, menuju ajal tanpa daya.
Arus Ciliwung menghanyutkan raga yang tiada bernyawa,
tersangkut jeruji,ditemukan tuan yang dulu tulus mencinta,
kisahnya menetap turun-temurun sebagai pesan rakyat Batavia:
pengkhianatan pada cinta akan berbalik menjadi petaka.
Jakarta, 20 Agustus 2026