Terjebak di Hari Ketika Kau Pergi
Karya: Petrus Marcelino DhogoAku pura-pura tenang di hadapan dunia yang terus bergerak,
Menata senyum rapi, menyembunyikan dada yang retak.
Orang-orang melihatku seolah segalanya telah usai,
padahal di dalam batin, riuh kenangan tak kunjung damai.
Waktu terus mendesak, menagih agar aku melepaskan,
tetapi hatiku menolak berkemas dari puing kenangan.
Lelah ini makin menghimpit, dada makin sesak menahan rasa,
bagaimana bisa aku pergi jika seluruh jejakmu masih tersisa?
Maka biarlah sunyi meledak, menghancurkan sekalian!
Aku tak butuh sembuh jika syaratnya harus melupakan.
Lebih baik aku runtuh berulang kali di tanah yang sama,
daripada melangkah maju hanya untuk berpura-pura bahagia!
Kisah kita memang telah usai, jalanmu tak lagi searah.
Namun berada di sini bukanlah bukti aku telah menyerah.
Ini adalah pilihanku, kesetiaan sunyi yang sengaja kujaga,
ketika kamu dan dunia berpaling, aku memilih takkan menggantikanmu.
Kupang, Kota Karang 5 Agustus 2026