Jeffry Galih Rahmatulloh - Bahasa sunyi (Lirika 11)

📅 Agustus 05, 2026

Bahasa sunyi

Karya: Jeffry Galih Rahmatulloh


Konon,
Setia bukanlah perkara siapa yang paling lama menggenggam,
Melainkan siapa yang tetap menyalakan pelita
Ketika seluruh cakrawala memilih menjadi gulita.
Sebab titiksa mengajarkan, bahwa kesetiaan buka anak kandung keramaian, melainkan putri yang dibesarkan oleh kesunyian

Barangkali,
Semesta memang gemar menulis takdirnya
Dengan aksara yang tak seluruhnya mampu dibaca manusia.
Ada perjumpaan yang tak ditujukan untuk dimiliki,
Melainkan agar jiwa belajar mencintai
Kadang berarti mempersilahkan waktu menjadi penjaga.

Maka kubiarkan rinduku bertapa di relung doa,
Bukan di bibir bibir yang gemar mengubah kasih menjadi perbincangan.
Sebab bunga yang mekar di hutan tak pernah iri kepada bunga yang dipetik untuk dipuji sehari.

Aku tak ingin menjadikan cinta sebagai prasasti yang di pamerkan di alun-alun dunia.
Biarlah ia menjadi akar, tak terlihat, namun sanggup memeluk bumi ketika badai datang menguji kesabaran.
Sebab akar tak pernah meminta untuk dikagumi, ia hanya ingin pohon tetap berdiri.

Kelak,
Jika musim musim menghapus jejak langkahku,
Dan waktu tak lagi mengingat siapa yang pernah mencintai dalam diam,
Biarlah langit tetap menyimpan satu nama
Yang tak pernah selesai kasebut
Di setiap penghujung doa.

Faivi.


Sidoarjo, 5 Agustus 2026