Karya: Olvia Rahmada
Kau datang dengan senyum manis yang palsu, membawa janji-janji indah yang tak pernah kau tepati. Aku terlena dalam pelukan hangat yang ternyata beracun, mempercayai setiap kata yang keluar dari bibirmu.
Namun di balik layar, kau menusukku dari belakang, menjual kepercayaanku seperti barang murah di pasar gelap. Kau menertawakanku bersama mereka yang kau sebut sahabat, sedangkan aku masih setia menjaga rahasia yang kau titipkan.
Pengkhianatanmu adalah lukisan hitam di dinding hati, yang tak akan pernah bisa terhapus oleh waktu. Namun aku bangkit dari reruntuhan kepercayaan yang hancur, karena aku tahu, yang setia tak perlu meminta pengakuan.
Biarkan dirimu terus tenggelam dalam lautan dusta, sedangkan aku berjalan menuju cahaya yang lebih terang. Pengkhianatanmu mengajarkanku arti sebenarnya dari kehidupan, bahwa setia adalah harta yang tak ternilai harganya.
Hulu Sungai Utara,20 Agustus 2026