Karya: Nyak syakila sorayya
Aku,
selalu berteduh di namamu,
kaulah perisaiku,
di tengah dunia yang penuh semu.
Di saat itu,
aku diam-diam mengikutimu,
dengan wajah yang menyimpan tanya,
mencari jawaban yang tak pernah ada.
Saat aku mengintipmu dengan penuh penasaran,
kau melihatku dengan tatapan penuh keasingan,
seolah-olah aku bukan temanmu,
melainkan musuhmu.
Kau berbisik tentang keburukanku,
bersama mereka... menertawakan rapuhku,
aku kini menyerah,
kau berbuat seolah tidak bersalah.
Setelah kepercayaan itu mati,
aku belajar menyembuhkan diri,
tak lagi mencari tempat teduh,
sebab kini, aku mampu menjadi rumah yang utuh.
Banda aceh, 19 Agustus 2026