Sukma yang Berlabuh pada Satu Muara
Karya: Ni Putu SomanadiSejak perahumu meninggalkan dermaga,
aku masih menyalakan lentera yang sama,
di jendela yang menghadap cakrawala.
Musim menggugurkan daun demi daun,
senja berkali-kali menua,
purnama berganti, malam demi malam,
sementara laut tetap menahan pandanganku.
Banyak angin menawarkan arah,
banyak pelabuhan membuka pintunya,
namun langkahku tetap mengenal
jejak yang kautinggalkan.
Kadang, sunyi duduk di beranda,
menghitung malam yang kehilangan nama.
Aku tak lagi bertanya kepada waktu,
biarlah ombak membawa jawabnya sendiri.
Entah layar itu akan kembali,
atau larut menjadi bayang di cakrawala.
Namun lentera ini tetap menyala.
Di antara samudra dan ribuan arah,
ada satu muara yang tak kutinggalkan —
tempat sukma ini memilih berlabuh,
meski tak pernah kutahu
siapa yang lebih dahulu tiba:
kepulanganmu, atau senja terakhirku.
Singaraja, 20 Aguatus 2026