Namamu yang Menjadi Titik Pulang
Karya: M. YUSUFDi ujung jalan berkelok tanpa tepi,
di antara debu perjalanan yang tak pernah sepi,
aku pernah terjebak dalam keramaian dunia,
mencari arti di tempat yang tak menyapa.
Langkahku lelah menembus angin dan hujan,
mencari pelabuhan di samudra tak bertepi.
Hingga akhirnya aku sadar dalam keheningan,
rumahku bukan di tempat, melainkan di nama.
Namamu yang menjadi titik pulang,
tempat rindu menemukan jalan pulang.
Setiap hurufnya pelita di dalam gelap,
setiap kusebut namamu, lelahku perlahan lenyap.
Bukan soal jarak yang membentang jauh,
bukan soal waktu yang berlalu lama.
Meski raga ini berkelana ke mana saja,
hatiku selalu berhenti pada namamu.
Kau adalah tanda perjalanan telah berakhir,
rindu memiliki tujuan yang pasti.
Di balik semua pertemuan dan perpisahan,
namamu, tempatku kembali menjadi utuh.
Tak perlu peta untuk menemukan jalan,
cukup sebut namamu, arahku sudah jelas.
Di setiap detak yang mengiringi hidup,
namamu adalah rumah, satu-satunya tempat pulang.
Mamuju, 20 Agustus 2026