Namamu yang Bersemayam di Lembaran Takdir
Karya: Neysa Nabila SaputriDi kala mataku menemukanmu di tengah keramaian yang fana, dunia seolah lupa cara berputar.
Aku seperti menemukan kompas ketika hidup kehilangan arah.
Sejak saat itu, hatiku diam-diam menulis namamu pada lembaran takdir, berharap waktu tak pernah menghapusnya.
Mungkin ini terdengar lancang, tetapi aku ingin mengikat hidupku pada takdirmu selama napas masih berdenyut.
Aku ingin dunia tahu bahwa cintaku kepadamu melampaui segala yang sanggup diucapkan kata-kata.
Namun, keberanianku selalu kalah oleh diam. Saat banyak tangan datang hendak menggenggam, hatiku telah lebih dahulu memilihmu.
Maka aku tetap menantikanmu, seakan semesta telah membisikkan bahwa setiap langkahku pada akhirnya akan bermuara kepadamu.
Depok, 3 Agustus 2026