Isak Yang Tak Tersuarakan
Karya: Nazulfa Nazarina NasywaAda bisu yang tak mampu ku ucapkan.
Gelar menyelimuti tian, bela barapan.
Kesedihan ini bagai arah tanpa tujuan.
Namun menghimpit hingga ragaku kehilangan daya.
Hatiku luka tanpa rupa.
Seperti malam kehilangan rembulan.
Aku ingin bersuara, namun lidah terkunci,
Hanya tangis yang berani menggantikan janji.
Aku tak tahu dari mana pedih ini bertunas,
Seperti badai yang lahir tanpa tanda,
Mengoyak lembutnya jiwa yang tersisa,
Menjebakku di pelukan sepi tanpa warna.
Aku ingin menangis agar semesta tahu,
Betapa rapuhnya hati yang merindu naungan,
Namun tetes air mata enggan tumpah.
Takut tenggelam dalam getir yang lebih parah,
Di sudut gulita aku rebah,
Mendekan, pilu yang tak berujung arah,
Tak ada bisik yang mampu menghapusnya,
Hanya sunyi yang menangis dalam bahasa luka.
Surabaya, 20 Juli 2026