Anak Kunci yang Diam-Diam Diganti
Karya: Muhammad Nadzril Ishlah AzkiahDahulu kau beri aku satu anak kunci,
katanya, supaya aku bisa pulang kapan saja.
Aku menyimpannya di saku jaket yang sama,
selama bertahun-tahun, tanpa pernah bertanya kenapa.
Malam itu kunci itu tak lagi mau berputar,
gerendel diam, seolah pintu sudah lupa wajahku.
Aku mengetuk, memanggil namamu berkali-kali,
sementara lampu di dalam rumah menyala tanpa jawaban.
Aku baru tahu, kunci itu telah diganti sejak hari Rabu,
diam-diam, tanpa pesan, tanpa alasan yang jelas.
Rupanya kepercayaan bisa dicabut semudah mengganti engsel pintu,
tanpa perlu kata putus, cukup lubang kunci yang berbeda.
Sekarang aku menyimpan anak kunci itu di dalam laci,
benda yang tidak lagi bisa membuka apa pun.
Aku belajar, pengkhianatan kadang bukan soal kata,
melainkan soal pintu yang diam-diam berhenti mengenali aku.
Sidoarjo, 1 Agustus 2026