Aksara yang Tak Pernah Usai
Karya: Laisha Isna FatikhaDi antara sunyi yang jatuh perlahan,
kutulis namamu di tepi senja,
terukir pada lembar waktu
yang tak pernah pandai menghapus cerita.
Setia adalah tetap menggenggam harapan
saat jalan mulai kehilangan cahaya,
tetap menyebut satu nama
meski dunia menawarkan persinggahan.
Cinta terdalam tak selalu bersuara;
ia tumbuh dalam diam,
menjaga satu nama di antara doa,
menetap meski waktu berubah,
dan setia pada satu janji
yang tak pernah ingin diganti.
Rindu adalah tinta,
waktu adalah kertas,
dan setia adalah aksara
yang tak pernah usai.
Aku ingin menemanimu hingga napas terakhir,
menyebut namamu dalam doa terakhirku.
Cinta ini akan selalu abadi untukmu,
selamanya.. ..
Kebumen, 15 Agustus 2026