Mekar di Pelukan Badai
Karya: Lahyul YulianiKetika dunia menghujammu dengan prasangka,
aku berdiri sebagai benteng penawar duka.
Menampung gemetar jemarimu yang lelah,
menyahut gelisah tanpa sedikit pun menyerah.
Biar angin melontarkan belati kata,
dan gulita mengepung langkahkan asa.
Aku adalah rumah yang takkan pernah runtuh,
memeluk batinmu agar kembali utuh.
Luka-luka itu takkan mengikis janjiku,
sebab di matamu, telah kurawat renjanku.
Biarlah malam menagih tangis dan keringat,
kesetiaanku mengakar, teguh dan hangat.
Kita takkan hancur oleh terpaan masa,
sebab cinta ini bertaut lebih kuat dari duka.
Di sisimu aku bertahan, menatap fajar,
hingga dari sembilu ini, kita memekar
Selong, 1 Agustus 2026