FATAMORGANA DI UJUNG JANJI
Karya: KHARISMA NOVITA PUTRIDi padang sunyi, kutemukan telaga
yang berkilau di bawah matahari senja.
Kukira itu rumah bagi dahaga,
ternyata hanya bayang yang pandai berpura-pura.
Kau datang seperti hujan
pada tanah yang lama retak,
membawa kesejukan lewat kata-kata
yang kukira tumbuh dari ketulusan.
Namun, ketika langkahku semakin dekat,
telaga itu menghilang tanpa jejak.
Yang tersisa hanya pasir,
dan sepasang mata yang belajar
bahwa tidak semua cahaya adalah penerang.
Kini, setiap janji menjelma kabut,
setiap senyum menyimpan tanda tanya.
Aku tak lagi mengejar fatamorgana,
sebab telah kupahami satu perkara:
yang paling menyakitkan dari pengkhianatan
bukan kepergian,
melainkan kenyataan bahwa
aku pernah mengira semuanya nyata.
Malang, 20 Agustus 2026