Khairul Mini Wulandari - Diantara Kata yang Masih Tersisa (Lirika 11)

📅 Agustus 05, 2026

Diantara Kata yang Masih Tersisa

Karya: Khairul Mini Wulandari



Kita pernah menjadi rumah, tempat pulang yang tak pernah bertanya mengapa senja selalu ingin kembali setelah hilang sesaat.

Lalu waktu mengubah banyak hal. Tawa yang dulu saling menyambut perlahan kehilangan gema. Bukan karena tak lagi peduli, melainkan karena hati mulai letih memikul sesuatu yang tak lagi dipahami.

Hidup bagaikan jarum jam yang terus bergerak menunju waktu berikutnya. Sangat disayangkan pelangi yang indah kemarin hanya muncul di musim hujan.

Bunga yang subur pun menyebutnya selesai.
Bukan dengan layu, melainkan berharap tumbuh subur di musim berikutnya.Ini hanya sebuah akhir yang datang lebih pelan daripada yang pernah kita bayangkan.

Kita ini apa sekarang?
Dua orang asing yang saling mengenal, atau dua hati yang belum benar-benar melepaskan?
Mengapa masih ada ruang yang seolah enggan dikosongkan?

Barangkali memang tidak semua akhir mengajarkan cara benar-benar selesai. Ada yang menyisakan jeda panjang, membiarkan kita berdiri
di antara ingin melangkah atau menunggu sesuatu yang bahkan tak memiliki kepastian.

Kita adalah dua orang yang sudah selesai tapi terperangkap di tempat yang kita sendiri tidak tau cara keluarnya. Bagaikan bunga yang hidup disela retakan, tumbuh subur tapi retakan tetaplah retakan.


Kotabaru, 04 Agustus 2026