Dirimu yang pernah berjanji.
Karya: Anwar AhmadBibirmu begitu fasih melafalkan janji-janji surga, Meyakinkan sukmaku bahwa kita adalah sepasang pelita, Yang akan menerangi gulita takdir bersama.
Namun, cawan madu yang kau suguhkan berisi racun yang memilukan jiwa,
Sebuah sandiwara sempurna yang kau pentaskan dengan apik.
Di belakangku, kau peluk erat kehancuranku, Merobek ikatan yang dulu kau agungkan di hadapan semesta.
Belaian lisanmu yang sempat memanjakan angan, Kini tak lebih dari bilah belati karat,
Yang kau hunuskan saat aku terlelap dalam dekap manismu, Menyisakan luka robek yang menganga tanpa henti.
Tak ada lagi kepingan dustamu yang sudi untuk kupungut. Kau hanyalah pengkhianat ulung berwajah pualam, Yang menari tak tahu malu di atas nisan kepercayaanku.
Pergilah bersama bayang-bayang semumu,
Jejak pengkhianatan ini takkan pernah lebur dari ingatanku.
Wanasigra, 4 Agustus 2026