Serasi dalam Hina
Karya: Jellita Permata SariPuan pemikat bangkai,
kau menari di atas tajuk yang tak pernah kau miliki.
Untuk apa tangan kotormu mengais sisa cinta,yang tak pernah sanggup kau rawat dengan tulus jiwa?
Dan kau—lelaki pemuja nafsu,
begitu murah kau pertukarkan mahkota tulusku hanya demi seonggok raga tanpa sukma.
Berpesta-poralah di atas patahan janjiku!
Kalian memang sejoli paling serasi: sang penipu dan sang pemangsa, melilit raga dalam racun yang sama.
Sadarilah, kita tak lagi setara.
Aku bukan pengemis yang sudi memungut ampas.
Pergilah.
Peluk erat kebusukan yang kau banggakan itu—sebab lelaki sekecil kamu,
terlalu hina untuk sekadar hadir dalam ingatan.
Bengkulu, 11 Agustus 2026