Antara Sukma dan Raga
Karya: Fitriani SuyantoBagi raga yang nampak sunyi dalam ruang,
diri sendiri adalah yang paling setia merengkuh jiwa.
Ketika dunia berkali-kali menenggelamkan,
hanya pelukan sanubari yang menenangkan.
Kesetiaan yang tak ternilai terangnya,
adalah kesetiaan antara sukma dan raga,
hanya terangnya sering tertutup oleh gerhana duka,
sehingga yang terlihat hanya lapisan-lapisan luka.
Ketika hati menyadari bahwa diri adalah penawar,
ketika itu pula keraguan terkubur dalam-dalam,
nyatanya yang paling mengerti tidaklah jauh dari pandangan.
Dia adalah sosok setia bernama diri sendiri.
Diri umpama nakhoda di tengah samudra,
bahteranya terkadang hampir tenggelam karena ombak emosi,
tapi keyakinannya pada Pemilik Alam,
membuat bahtera mampu terus berlayar.
karena diri tahu bahwa tujuannya harus diarungi agar bisa dilewati.
Pekanbaru, 8 Agustus 2026